HARGA EMAS: Data Tenaga Kerja AS Lampaui Prediksi, Logam Mulia Turun 0,58%

JAKARTA- Emas berjangka di divisi ComexNew York Mercantile Exchange pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB melemah akibat tertekan data ekonomi Amerika Serikat yang poitif serta penguatan dolar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$7,9  atau 0,58% ke US$1.364,7 per ounce, seperti dikutip Antara, Kamis (4/8/2016).

Logam mulia berada di bawah tekanan karena laporan ketenagakerjaan yang dirilis oleh Automated Data Processing (ADP), yang berbasis di AS, menunjukkan angka penggajian sektor swasta lebih tinggi dari yang diperkirakan pada 179.000.

Data yang lebih baik dari perkiraan itu menekan logam mulia, karena para investor optimistis atas ekonomi AS.

Emas berada dalam tekanan lebih lanjut ketika dolar AS menguat. Indeks dolar AS naik 0,33 menjadi 95,42 persen pada pukul 17.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan.

Logam mulia juga terus tertekan karena Dow Jones Industrial Average AS naik 30 poin, atau 0,16% pada pukul 17.00 GMT. Analis mencatat ketika bursa saham membukukan kerugian, maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Demikian sebaliknya,

Sementara itu Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Juli mengumumkan jika bank sentral AS masih berpeluang menaikkan suku bunga pada  2016. Namun  mengingat angka PDB kuartal kedua AS lebih lemah dari perkiraan, investor yakin itu tidak mungkin dilakukan.

Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50% ke 0,75% pada pertemuan FOMC Desember.

sumber: bisnis

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.