Harga Emas Domestik Tak Ikut Arah Dunia

VIVAnews РHarga emas jatuh ke level terendah dalam 10 pekan terakhir Selasa malam waktu New York. Kondisi itu dipicu upaya investor mengabaikan ketegangan di Ukraina dan fokus pada perbaikan ekonomi Amerika Serikat, serta turunnya permintaan Tiongkok untuk logam mulia.

Dikutip dari laman TheAustralian, Rabu 23 April 2014, emas untuk pengiriman Juni, kontrak paling aktif diperdagangkan, turun US$7,40 menjadi US$1.281,10 per ounce. Level ini merupakan penutupan terendah sejak 10 Februari di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, pergerakan harga untuk bulan ini didorong aksi investor yang mencari tempat berlindung dari pergolakan di Eropa Timur, di mana Rusia melanggar batas Ukraina.

Wakil Presiden AS Joe Biden, kemarin, memperingatkan Rusia bahwa mereka akan menghadapi sanksi ekonomi jika tidak segera menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina.

Berita tersebut, oleh beberapa analis diprediksi memacu pembelian lebih banyak pada emas. Namun, emas malah berakhir lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut, menempatkan harga di level sebelum krisis Ukraina terjadi.

“Pergerakan harga emas memang membutuhkan terjadinya kontak senjata dan ancaman eskalasi, bukan konflik yang berlarut-larut,” kata Frank Lesh, seorang broker di FuturePath Trading.

“(Akhirnya) kebanyakan orang melihat peluang yang lebih baik di investasi lainnya,” tambahnya.

Apalagi, World Gold Council pekan lalu mengungkapkan bahwa permintaan emas di Tiongkok, konsumen terbesar di dunia untuk logam mulia kemungkinan akan stagnan tahun ini.

Sejumlah investor khawatir bahwa ekonomi Tiongkok melambat, sehingga permintaan untuk logam mulia turun dan menyebabkan tekanan pada harga emas.

Investor juga yakin bahwa Federal Reserve akan mengurangi program pembelian obligasi bulanan sebelum akhir tahun ini, seiring pemulihan ekonomi AS.

Seperti diketahui, program stimulus sebesar US$85 miliar mendorong ekonomi AS tumbuh, tetapi membebani dolar, sehingga membuat emas terlihat sebagai alternatif yang menarik untuk beberapa investor.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman Mei, naik 0,1 persen menjadi US$19,361 per ounce. Palladium untuk pengiriman Juni, menguat 0,8 persen pada posisi US$783,65 per ounce. Sementara itu, Platinum untuk pengiriman Juli, turun 40 sen menjadi US$1.400,30 per ounce, penutupan terendah sejak 27 Maret.

Pasar domestik
Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan harga emas batangan pada transaksi hari ini bergerak menguat.

Harga emas batangan Antam dijual Rp533.000 untuk ukuran satu gram, atau naik Rp1.000 dibandingkan harga per gram pada transaksi Selasa 22 April 2014, yang dipatok Rp532.000.

Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.520.000, ukuran 10 gram Rp4.990.000, ukuran 25 gram Rp12.400.000, ukuran 50 gram Rp24.750.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp49.450.000.

Harga emas ukuran 250 gram pun menguat dan dipatok pada level Rp123.500.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp246.800.000.

Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga dipatok pada level Rp432.000, atau naik Rp1.000 dari perdagangan sebelumnya.

sumber: viva.co.id


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.