Harga Emas Dunia Naik, Domestik Stagnan -VivaNews.com-

VIVAnews РHarga emas dunia menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu New York, setelah dolar melemah dan membantu pulihnya harga dari kerugian awal.

Meskipun, seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa 17 Desember 2013, ketidakpastian keputusan Federal Reserve yang akan memangkas langkah-langkah stimulusnya membuat keuntungan investasi emas terbatas.
Harga emas di pasar spot berakhir naik 0,4 persen menjadi US$1.242 per ounce, sedangkan emas di bursa berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup lebih tinggi US$9,80 pada posisi US$1.244,40 per ounce.
“Ada akan ada beberapa posisi akibat investor berspekulasi menjelang pengumuman The Fed Rabu. Jadi, kita mungkin akan melihat beberapa volatilitas dan perdagangan berombak,” kata analis Mitsubishi, Jonathan Butler.
Indeks dolar diketahui turun 0,2 persen pada penutupan perdagangan Senin, karena para pedagang mengambil posisi menjelang pengumuman Fed, dan memanfaatkan data zona euro yang menunjukkan positif dalam kegiatan bisnis.
Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan bahwa harga emas batangan pada transaksi hari ini stagnan.
Harga emas batangan Antam masih dijual Rp530.000 untuk ukuran 1 gram, seperti pada transaksi Senin 16 Desember 2013.
Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.505.000, ukuran 10 gram Rp4.960.000, ukuran 25 gram Rp12.325.000, ukuran 50 gram Rp24.600.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp49.150.000.
Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp122.750.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp245.300.000.
Harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga tak bergerak dan masih dipatok pada level Rp470.000 per gram, sama dari transaksi sebelumnya.
Harga Emas Dunia Naik, Domestik Stagnan
VIVAnews – Harga emas dunia menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu New York, setelah dolar melemah dan membantu pulihnya harga dari kerugian awal.
Meskipun, seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa 17 Desember 2013, ketidakpastian keputusan Federal Reserve yang akan memangkas langkah-langkah stimulusnya membuat keuntungan terbatas.
Harga emas di pasar spot berakhir naik 0,4 persen menjadi US$1.242 per ounce, sedangkan emas di bursa berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup lebih tinggi US$9,80 pada posisi US$1.244,40 per ounce.
“Ada akan ada beberapa posisi akibar investor berspekulasi menjelang pengumuman The Fed Rabu. Jadi, kita mungkin akan melihat beberapa volatilitas (dan) perdagangan berombak,” kata analis Mitsubishi, Jonathan Butler.
Indeks dolar diketahui turun 0,2 persen pada penutupan perdagangan Senin, karena para pedagang mengambil posisi menjelang pengumuman Fed, dan memanfaatkan data zona euro yang menunjukkan positif dalam kegiatan bisnis.
Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan bahwa harga emas batangan pada transaksi hari ini stagnan.
Harga emas batangan Antam masih dijual Rp530.000 untuk ukuran 1 gram, seperti pada transaksi Senin 16 Desember 2013.
Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.505.000, ukuran 10 gram Rp4.960.000, ukuran 25 gram Rp12.325.000, ukuran 50 gram Rp24.600.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp49.150.000.
Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp122.750.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp245.300.000.
Harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga tak bergerak dan masih dipatok pada level Rp470.000 per gram, sama dari transaksi sebelumnya.


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.