Harga Emas Dunia Turun, Bagaimana Domestik?

VIVA.co.id – Harga emas acuan dunia berakhir melemah ke level terendah dalam 11 pekan pada penutupan perdagangan Jumat akhir pekan lalu di Bursa New York, Amerika Serikat.

Menurut kantor berita Reuters, Senin 8 Juni 2015, pelemahan harga emas tersebut disebabkan karena menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang mitra dagang utamanya, setelah data tenaga kerja AS lebih baik dari yang diperkirakan pasar.

Data payroll di luar sektor pertanian pada Mei sebanyak 280.000, mengalahkan angka ekspektasi sebelumnya, dengan angka pengangguran sedikit di atas perkiraan, yakni 5,5 persen.

Harga emas di pasar spot turun 1,1 persen ke level US$1.162,35 per ons, level terendah sejak 19 Maret 2015.

Mata uang dolar AS menguat 1,1 persen setelah adanya data tanaga kerja yang positif itu. Seperti diketahui, data payroll di luar sektor pertanian dipandang sebagai barometer kunci pertumbuha ekonomi AS.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi AS yang lambat pada kuartal I-2015 membuat pasar ragu The Fed akan menaikkan suku bunganya pada tahun ini.

Pasar Domestik

Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan harga batangan pada transaksi hari ini juga bergerak turun.

Harga emas batangan Antam dijual Rp549 ribu untuk ukuran satu gram, atau turun Rp1.000 dibandingkan level Rp550 ribu pada perdagangan Jumat 5 Juni 2015.

Emas ukuran lima gram dilepas dengan harga Rp2.600.000, ukuran 10 gram Rp5.150.000, ukuran 25 gram Rp12.800.000, ukuran 50 gram Rp25.550.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp51.050.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp127.500.000. Sedangkan untuk ukuran 500 gram mencapai Rp254.800.000.

Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada level Rp492 ribu atau turun Rp4.000 dibandingkan perdagangan Jumat akhir pekan lalu. (bisnis.news.viva.co.id)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.