Harga Emas Global Naik, Bagaimana Pasar Domestik?

VIVAnews – Harga emas acuan dunia berakhir lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat akhir pekan lalu di Bursa New York, Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari laman CNBC yang dikutip dari Reuters, Senin 19 Januari 2015, naiknya harga emas dipicu oleh keputusan Bank National Swiss (SNB) mengenai nilai tukar mata uangnya.

SNB mengumumkan mencabut kebijakan yang sebelumnya menetapkan batas minimal kurs franc Swiss di atas 1,2 euro.

Harga emas di pasar spot naik 1,3 persen ke level tertinggi sejak 2 September 2014, yakni US$1.278,60 per ounce.

Sementera itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat US$12,10 atau 0,9 persen ke level US$1.276,90 per ounce.

“Pengumuman dari SNB menjadi pemicu naiknya harga emas,” kata Michael Lewis, analis Deutsche Bank.

Harga emas mencatat kenaikan harian terbesar pada Kamis pekan lalu, yakni naik 2,6 persen. Kenaikan mingguan pada perdagangan pekan lalu menjadi lompatan terbesar sejak Agustus 2013, naik sekitar 4,5 persen.

Pasar domestik

Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, PT Antam Tbk (ANTM) melaporkan bahwa harga emas batangan pada transaksi hari ini meningkat.

Harga emas batangan Antam dijual Rp560 ribu, atau naik sebesar Rp7 ribu untuk ukuran satu gram.

Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.655.000, ukuran 10 gram Rp5.260.000, ukuran 25 gram Rp13.075.000, ukuran 50 gram Rp26.100.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp52.150.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp130.250.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp260.300.000.

Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada level Rp496.000 per gram, atau naik Rp7.000 dari transaksi sebelumnya. (bisnis.news.viva.co.id)(DK)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.