Harga Emas Global Naik untuk Keempat Kalinya Dipicu Geopolitik

Chicago– Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat pagi WIB (8/1) ditutup menguat untuk hari keempat berturut-turut karena ketidakstabilan geopolitik sehingga mendorong investor beralih ke logam mulia. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 15,9 (1,45 persen) menjadi US$ 1.107,80 per ounce.

Penurunan pasar saham Asia menyusul uji coba bom hidrogen Korea Utara membuat investor khawatir. Hal ini diperburuk dengan ketegangan di Timur Tengah atas eksekusi mati ulama Syiah oleh Arab Saudi. Kondisi ini mendorong investor memburu emas sebagai aset safe haven.

Sementara pasar saham AS bereaksi terhadap penurunan pasar Asia, sehingga Dow Jones Industrial Average turun 2,08 persen pada Kamis. Analis mencatat ketika ekuitas AS membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Beberapa analis percaya bahwa The Fed dapat meningkatkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya Maret. Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sementara Perak untuk pengiriman Maret naik 36,8 sen (2,63 persen) menjadi US$ 14,344 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 2,5 (0,29 persen) menjadi US$ 877,50 per ounce. (beritasatu.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.