Harga Emas Global Terkoreksi Hampir 1%

NEW YORK – Harga emas global turun hampir 1 persen, merosot dari level tertinggi mingguannya. Aktivitas perumahan Amerika Serikat (AS) telah membawa ketakutan bahwa the Federal Reserve akan segera memutuskan mengurangi program stimulus obligasinya.

Bullion berada di bawah tekanan, setelah data menunjukkan izin konstruksi rumah masa depan AS mencapai tingkat tertinggi 5,5 tahun pada Oktober ini. Laporan menunjukkan indeks S&P, Case Shiller, indeks harga rumah di 20 daerah metropolitan melonjak 13,3 persen pada September.

“Izin bangunan positif dan angka Case Shiller membawa kemungkinan the kembali memangkas stimulus kembali muncul, dan ini membebani emas,” kata broker logam di New York Newedge, Thomas Capalbo, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/11/2013).

Emas jenis Spot merosot USD10,97 atau 0,9 persen menjadi USD1.241,24 per troy ons, setelah sebelumnya sempat menembus USD1.256,49 di awal perdagangan. Sementara emas berjangka AS naik 20 sen ke USD1.241,40 per troy ons.

Volume perdagangan terjadi mencapai 282.600 lot, hampir dua kali lipat rata-rata 30 hari perdagangan sebesar 156.000 lot dan sebagian besar didorong oleh kontrak rollover Desember-Februari tahun depan.

Pelemahan juga terjadi, lantaran permintaan emas fisik di Asia, yang biasanya menopang harga, telah gagal menahan harga turun lebih dari USD200 per toy ons dalam dua hari.

Outflow dari SPDR Gold Trust, emas yang diperdagangkan di bursa terbesar di dunia, kehilangan 3,30 ton. Arus keluar dari ETF, sekitar 450 ton sepanjang tahun ini, telah memainkan peran besar dalam penuruan harga. (okezone.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.