Harga Emas Hari Ini : Bursa Saham Melemah Bikin Spot Harga Emas Menguat Tipis !

Smeaker.com – Harga emas global kembali alami kenaikan tipis, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), dipicu oleh pelemahan di pasar ekuitas AS.

Kenaikan harga emas ini diukung dengan melemahnya bursa saham yang memberikan kekuatan pada emas untuk melanjutkan kenaikannya meskipun tipis diawal perdagangan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik sembilan dolar AS, atau 0,82 persen, menjadi menetap di 1.105,30 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Emas mendapat dukungan karena indeks Dow Jones Industrial Average AS turun, dipimpin oleh pelemahan di sektor energi karena harga minyak merosot kembali.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman, sementara sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

“Sejumlah permintaan baru untuk harga emas telah mengangkat harga emas di tengah bursa saham tertekan. Selain itu, harga minyak turun karena aksi jual juga mempengaruhi harga minyak,” ujar Analis Senior Kitco Jim Wyckoff, seperti dikutip dari lamanMarketwatch.com, Selasa (26/1/2016).

Selain dari bursa saham yang mengelami pelemahan di pekang trakhir bulan Januari 2016 ini, naiknya harga emas ini juga didorong kuat oleh indeks dolar AS yang lebih cenderung melemah.

Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Sementara itu Direktur Utama Warwick Valley Financial Advisors Ken Ford mengatakan jika kenaikan dari harga emas ini seiring dengan pelaku pasar yang sadar jika bank sentral AS akan menahan suku bunga.

“Jika kondisi keuangan global masih tertekan, ini kesempatan baik untuk bank sentral AS menahan suku bunga,” kata Ken.

Maka dengan begitu, hal tersebut dinilai akan berdampak positif untuk harga komoditas, namun penguatan harga emas ke level tertinggi hanya dalam jangka pendek. (smeaker.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.