Harga Emas Juga Terseret Rilis Notula The Fed

INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas anjlok hingga US$8,40 per troy ounce. Harga logam mulia ini terimbas negatif oleh rilis notula rapat FOMC semalam. Seperti apa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Kamis (30/1/2014) hingga pukul 12.18 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$8,40 (0,64%) ke posisi US$1.312 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas mendapatkan sentimen negatif dari notula Federal Open Market Committee (FOMC) yang terindikasi akan menerapkan tapering pada setiap rapatnya.

“Emas juga mendapat tekanan negatif dari data survei PMI Manufaktur China oleh HSBC yang lebih buruk dari ekspektasi pasar,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Lebih jauh dia menjelaskan, harga emas terkoreksi hingga ke level US$1.308 pagi ini per troy ounce dari level tertinggi kemarin US$1.322 per troy ounce. “Pada grafik 4 jam, indikator Moving Average Convergence-Divergence (MACD), Stochastics dan The Relative Strength Index (RSI) menunjukkan tekanan turun,” ungkap dia.

Selama harga bertahan di bawah US$1.316, tekanan turun masih membayangi pergerakan. “Bila berhasil menembus ke bawah US$1.307 per troy ounce, harga berpeluang tertekan mendekati area US$1.296-1.303 per troy ounce,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut dia, bila harga berhasil menembus level resisten US$1.316, harga berpotensi menguat kembali mendekati area US$1.325 per troy ounce.

“Hari ini data yang bisa menjadi market movers adalah data PMI Manufaktur kawasan Eropa, data klaim tunjangan pengangguran AS, Consumer Price Index (CPI) AS, dan Philadelphia Fed Manufacturing,” imbuh Ariston. (Inilah.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.