Harga Emas Kembali Bergairah

Liputan6.com, New York – Harga emas naik hampir 3 persen dan menjadi posisi tertinggi sejak akhir Oktober, karena investor mulai berhati-hati atas kebijakan Federal Reserve AS  yang mendorong penurunan dalam dolar.

Melansir laman Reuters, Rabu (10/12/2014), harga spot emas naik 2,9 persen mencapai US$1.238,10 per ounce atau naik sekitar 2,1 persen. Emas berjangka AS ditutup naik 3,1 persenmenjadi US$ 1.232,00 per ounce.

Dennis Lockhart, Kepala Federal Reserve Atlanta mengatakan ia tidak terburu-buru untuk menilai janji Fed untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk waktu yang cukup”, sedangkan Kepala San Francisco Fed John Williams mengatakan kalimat itu masih sesuai .

Yen menjadi pemicu penurunan dalam dolar, yang jatuh 1,1 persen terhadap sekeranjang mata uang sebelum pengupas kerugian. Greenback melihat penurunan terbesar satu hariterhadap yen dalam delapan bulan.

Ini adalah kombinasi dari melemahnya dolar dan terobosan dari 1.200 dan 1.208 tingkatberturut-turut,” kata analis Mitsubishi Jonathan Butler.

Melemahnya greenback membuat emas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegangmata uang lainnya, sementara keengganan investor terhadap risiko meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi.

Keuntungan lebih lanjut dalam harga emas akan tergantung pada dolar dan waktu dari langkah The Fed untuk menaikkan suku bunga. Tingkat yang lebih tinggi akan menurunkanpermintaan emas. Di pasar fisik, harga emas di konsumen China merosot 50 sen per ounce. (liputan6.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.