Harga Emas Kembali Tertekan – liputan6.com

Liputan6.com, New York : Harga emas turun tertimpa cerahnya data sentimen konsumen Amerika Serikat (AS) yang telah mendorong investor kembali mengincar dolar AS.

Apalagi Bank Sentral AS (The Fed) menunjukkan sinyal akan menarik program stimulus moneternya pada awal 2014. Stimulus berupa pembelian obligasi bulanan senilai US$ 85 miliar bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi AS dengan menekan suku bunga dalam jangka panjang.

Seperti dikutip dari Investing.com, Kamis (28/11/2013), harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun 0,2% menjadi US$ 1.239 per ounce. Emas diperdagangkan di level terendah US$ 1.237,5 per ounce dan lebel tertinggi US$ 1.254,1 per ounce.

Dolar AS menguat merespons laporan University of Michigan yang menyebutkan indeks sentimen konsumen secara keseluruhan direvisi naik ke 75,1 pada November dari perkiraan awal 72.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran awal pada pekan lalu turun 10 ribu ke level terendah dua bulan menjadi 316 ribu orang. Para ekonom sebelumnya memperkirakan akan ada peningkatan klaim sebanyak 4.000.

Data pekerjaan dirilis satu hari lebih cepat karena menjelang hari libur merayakan Thanksgiving di AS .

Laporan positif tersebut diimbangi data pemesanan barang tahan lama di AS yang turun 2% pada Oktober. Angka itu lebih rendah dari ekspektasi penurunan 1,9%.

Cerahnya data ekonomi AS akan membawa The Fed akan menarik stimulus moneter pada awal 2014 dan mengakhiri kebijakan yang telah mendukung harga emas selama lebih dari setahun.

Tak hanya emas, harga logam lainnya seperti perak untuk pengiriman Maret turun 0,88% menjadi US$ 19,718 per ounce. Sementara harga tembaga untuk pengiriman Maret turun 0,86 % menjadi US$ 3,191 per pon. (liputan6.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.