Harga Emas Kian Terperosok di Awal Desember -Liputan6.com-

Liputan6.com, Jakarta : Setelah dibuka pada US$ 1.241 per ounce, harga emas masih sempat tertekan pekan lalu. Harga logam mulia berhasil menembus US$ 1.235 dan menyentuh US$ 1.227 per ounce. Namun emas berhasil rebound (berbalik naik) dan ditutup menguat di US$ 1.251 per ounce, setelah berkonsolidasi menjelang data nonfarm payroll (NFP) pada Jumat mendatang.

“Sepertinya emas masih berpotensi melemah pekan ini, terutama jika data ekonomi Amerika Serikat (AS) khususnya NFP dirilis lebih baik dari dugaan,” jelas analis dari Megagrowth Futures Wahyu Tri Laksono saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (2/12/2013).

Setelah level US$ 1.250 tertembus, Wahyu memprediksi harga emas akan cenderung mengarah ke area US$ 1.235-US$ 1.200. Kini support terdekat berada di US$ 1.225. Support jangka pendek terkuat berada di US$ 1.180, dengan potensi reboundkemungkinan besar bisa terjadi.

Resistance terdekat berada di US$ 1.260 dan US$ 1.280. Jika emas berhasil bertahan di atas US$ 1.294, maka emas berpotensi meneruskan rebound-nya ke area US$ 1.300-US$ 1.325.

“Level resistance jangka pendek terkuat berada di US$ 1.362, di mana potensi tekanan melemah atau turun bisa terjadi,” terang dia.

Pada pekan ini terdapat banyak data ekonomi penting yang layak dinanti karena akan mempengaruhi arah pergerakan harga emas. Rapat moneter sejumlah bank sentral di Australia, Eropa dan Inggris. Sedangkan dari AS, pasar menantikan pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Ben Bernanke dan yang terpenting dalah rilis data NFP.

“Secara umum data ekonomi AS relatif membaik, namun data terpenting yaitu NFP diduga akan melemah dari sebelumnya,” ungkap Wahyu. (Liputan6.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.