Harga Emas Masih Terancam

INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas menguat sebesar US$1,5 per troy ons. Akan tetapi, harga logam mulia ini masih dalam ancaman. Mengapa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Senin (29/9/2014) hingga pukul 13.07 WIB, harga emas internasional ditransaksikan menguat sebesar US$1,5 (0,12%) ke posisi US$1.216,9.

Ariston Tjendra, kepala riset PT Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas masih bergerak konsolidatif di kisaran US$1.200-an. “Penguatan dolar AS masih menahan harga emas untuk menguat lebih lanjut,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (29/9/2014).

Harga emas kini bergerak di kisaran US$1.216. Angka ini berada di bawah area fibonacci retracement 50% dari US$1.206-1.231 per troy ons. “Pada grafik H1 (1 jam) terlihat harga masih berpotensi tertekan ke area support US$1.212 per troy ons,” ujarnya.

Tekanan di bawah US$1.212 berpeluang membuka potensi pelemahan ke area support selanjutnya di US$1.206. “Sementara resisten terdekat di kisaran US$1.220 per troy ons. Pergerakan di atas resisten ini membuka potensi penguatan ke area resisten berikutnya di kisaran US$1.225,” tuturnya.

Hari ini data yang mungkin bisa menjadi market movers adalah data CPI Jerman dan Spanyol yang diperkirakan di bawah 0%. Data yang negatif berpeluang membawa harga emas tertekan karena penguatan dolar AS.

Sementara dari AS akan dirilis data Core PCE Price Index, Personal Spending dan Pending Home Sales. Data yang di bawah prediksi bisa mendorong penguatan harga emas,” imbuhnya. (dk)(ekonomi.inilah.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.