Harga Emas Masih Tertekan

Liputan6.com, London – Harga emas kembali terjatuh pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan harga emas karena reli yang terjadi pada pasar saham sehingga para pelaku pasar mengalihkan portofolio investasi mereka.

Selain itu, pendorong lain kenaikan harga emas karena ketidakpastian di Inggris mereda dan adanya harapan stimulus baru di negara yang telah menyatakan diri keluar dari Uni Eropa tersebut.

Mengutip BusinessDay, Rabu (13/7/2016), harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi US$ 1.340,26 per ounce. Sedangkan pada perdagangan sebelumnya, harga emas juga tertekan hingga 1 persen.

“Ketegangan di Inggris sudah mereda. Negara tersebut telah mencoba untuk bangun dan segera memiliki perdana menteri baru,” jelas analis ActivTrades, Carlo Alberto de Casa.

Harga emas telah menguat sekitar US$ 100 per ounce sejak Inggris menyatakan diri untuk keluar dari Uni Eropa. Keluarnya negara tersebut membuat para investor khawatir bahwa pertumbuhan ekonomi Eropa akan terganggu dan kemudian berpengaruh kepada ekonomi dunia.

Oleh sebab itu, para investor pun berlomba-lomba mengalihkan portofolio mereka ke instrumen yang aman (safe haven). Instrumen yang dipilih salah satunya adalah emas.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas juga tertekan karena penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan dolar AS. “Momentum, sentimen investor, dan pergerakan teknikal cukup baik untuk emas dan perak. Namun pengaruh terbesar bagi harga komoditas logam itu Inggris keluar dari Uni Eropa,” ujar Chintan Karnani, Chief Market Analyst Insigna Consultans.

Ia menuturkan, tanpa berita negatif sehubungan dengan Inggris dapat mengakibatkan koreksi tajam untuk harga emas dan perak. “Britain exit atau Brexit telah membantu menopang permintaan investasi lebih aman untuk logam mulia, namun permintaan dapat kembali turun seiring kekhawatiran terhadap ekonomi,” ujar dia. (Sumber: Liputan6) (Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.