Harga Emas Masih Tertekan Penguatan Dollar AS

Harga emas pada akhir perdagangan Selasa kemarin turun ke terendah empat pekan, karena harga berada di bawah tekanan dari kenaikan dolar dan spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin menaikkan suku bunga tahun ini.

Pernyataan Fed di akhir pertemuan bulanannya menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga acuan pada bulan Desember masih mungkin dilakukan. Kenaikan suku bunga acuan akan memberikan tekanan jual terhadap harga emas sebab kenaikan suku bunga acuan meningkatkan opportunity cost investasi pada instrument non emas.

Harga emas spot terpantau ditutup turun 1,5 % pada 1115.51 dollar per troy ons. Terjadi penurunan terbesar dalam 3-1 / 2 bulan, setelah sebelumnya menyentuh terendah sejak 2 Oktober di 1114.10 dollar per troy ons.

Sementara itu harga emas berjangka Comex untuk kontrak pengiriman bulan Desember juga ditutup turun 1,9 persen pada 1114.10 dollar per troy ons.

Pedagang akan mengamati data ekonomi AS minggu ini, terutama data non-farm payrolls pada hari Jumat, untuk petunjuk tentang apakah The Fed jadi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pada sesi perdagangan hari ini harga emas spot berpotensi untuk melanjutkan pergerakan melemah. Harga emas berpotensi mengetes level resistance pada posisi 1156 dollar per troy ons. Jika berhasil ditembus harga berpotensi melanjutkan kenaikan lagi ke posisi 1166 dollar per troy ons. Sedangkan jika terjadi pergerakan yang turun harga akan mengetes level support pada posisi 1140 dollar per troy ons. Jika berhasil ditembus harga akan melanjutkan pelemahan ke posisi 1130 dollar per troy ons.

sumber: vibiznews

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.