Harga Emas Melonjak Terdorong Data Ekonomi yang Mengecewakan

Harga emas kembali menguat karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) mengecewakan investor dan juga China mengumumkan langkah-langkah stimulus lanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar kembali mengoleksi emas yang menjadi instrumen safe haven.

Mengutip Wall Street Journal, Selasa (1/3/2016), harga emas berjangka naik 1,1 persen kelevel US$ 1.234,40 per ounce di New York Mercantile Exchange. Harga emas berjangka telah melonjak hingga lebih dari 16 persen pada tahun ini di tengah kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

Kenaikan harga emas kali ini didorong oleh penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan angka aktivitas bisnis di Midwest, AS, dan juga Chicago purchasing manufacturers index yang jatuh menjadi 47,6 dari 55,6 pada tahun lalu. Sebenarnya analis juga memperkirakan terjadi penurunan tapi penurunan tersebut hanya di angka 52 saja.

Selain itu, angka penjualan rumah di AS juga merosot 2,5 persen pada Januari lalu. Hal tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga rumah.

Data-data yang melemah tersebut dijadikan oleh pelaku pasar sebagai indikator di awal tahun bahwa ekonomi Amerika telah melambat. “Ada kurang kepercayaan dari bank sentral di seluruh dunia bahwa ekonomi telah pulih,” jelas analis iiTrader in Chicago, Bill Baruch.

“Kenaikan harga emas tahun ini juga telah didukung oleh pembelian fisik yang sangat kuat di tengah kekhawatiran ekonomi global serta meningkatkan kemungkinan bahwa akan ada resesi di Amerika Serikat (AS),” kata analis Warren Kreyszig, Julius Baer.

(sumber: liputan6)

(cr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.