Harga emas naik karena aksi “short covering”

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena aksi “short-covering” (pembelian kembali emas yang telah dijual), setelah emas turun ke tingkat terendah 11 pekan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 5,3 dolar AS, atau 0,42 persen, menjadi ditutup pada 1.270,3 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas berjangka dibuka lebih tinggi pada Rabu, karena Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia bisa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina dalam waktu seminggu, namun Ukraina menolak pernyataan itu.

Beberapa analis mengatakan bahwa data ketenagakerjaan AS pada Jumat (5/9) mungkin positif, dikombinasi dengan kurangnya permintaan fisik untuk emas, bisa memicu penurunan lain dalam harga logam mulia.

Faktor lain yang membatasi kenaikan emas adalah sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Rabu menunjukkan bahwa pesanan baru untuk barang-barang manufaktur naik sebesar rekor 10,5 persen, karena permintaan untuk peralatan transportasi meningkat. 

Departemen perdagangan juga merevisi angka Juni yang menunjukkan kenaikan 1,5 persen, bukan kenaikan 1,1 persen yang dilaporkan sebelumnya.

Perak untuk pengiriman Desember naik 3,7 sen, atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada 19,189 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 3,6 dolar AS, atau 0,26 persen, menjadi ditutup pada 1.412,5 dolar AS per ounce. (Sumber: antaranews)

(Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.