Harga Emas Naik Tajam, Ini Penyebabnya

Rimanews – Harga emas melesat setelah keluarnya pernyataan dari Bank Sentral AS (The Fed) yang menyiratkan kehati-hatian sikap.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam pada Kamis (20/3/2015) (Jumat pagi WIB). Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April melonjak 17,7 dolar AS, atau 1,54 persen, menjadi menetap di 1.169,00 dolar AS per ounce.

Harga emas naik karena The Fed mengambil sikap hati-hati, yang menunjukkan bahwa inflasi tidak di posisi yang mereka harapkan, tetapi juga mencatat bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil. Seperti diketahui, emas merupakan investasi yang paling tepat untuk berlindung dari inflasi.

The Fed menghapus kata “bersabar” dari pernyataannya, menunjukkan bahwa suku bunga bisa naik pada awal Juni, namun demikian ini dihalangi oleh pernyataan dari The Fed yang mengatakan bahwa pertumbuhan kegiatan ekonomi melambat selama bulan-bulan musim dingin, sebagian mencerminkan kondisi cuaca buruk.

Logam mulia menemukan dukungan tambahan ketika laporan dari Fed Cabang Philadelphia menunjukkan indeks kondisi umum jatuh ke 5,0 pada Maret setelah mencapai 5,2 pada Februari.

Sebuah laporan yang sedikit lebih baik dari perkiraan dari Departemen Tenaga Kerja AS memberikan tekanan pada emas karena klaim pengangguran naik hanya 1.000 selama pekan yang berakhir 14 Maret menjadi 291.000, tetapi analis mencatat bahwa setiap momentum kenaikan telah diperlemah oleh pernyataan prospek The Fed.

Perak untuk pengiriman Mei naik 57,30 sen, atau 3,69 persen, menjadi ditutup pada 16,114 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 27 dolar AS, atau 2,47 persen, menjadi ditutup pada 1.119,60 dolar AS per ounce. (ekonomi.rimanews.net)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.