Harga Emas Naik Tipis Merespon Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga Emas naik tipis pada penutupan perdagangan Rabu dinihari (30/12) merespon kenaikan harga minyak, tapi rebound dalam dolar tetap membatasi prospek kenaikan. Namun harga emas bersiap untuk tahun ketiga kerugian di tengah prospek kenaikan suku bunga AS.

Harga minyak mentah melonjak pada penutupan perdagangan Rabu dinihari (30/12) dengan adanya prospek cuaca dingin di minggu mendatang, tapi melambatnya permintaan global dan pasokan berlimpah dari anggota OPEC terus membawa pasar energi cenderung bearish.

Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup naik $ 1,06, atau 2,88 persen pada 37,87 dollar per barel. Sedangkan harga minyak Brent naik $ 1,27, atau 3,5 persen, pada 37,91 dollar per barel, kurang dari $ 2 di atas level terendah 11-tahun dari 35,98 dollar per barel yang dicapai minggu lalu.

Dolar pada awalnya melemah, namun rebound 0,3 persen terhadap sekeranjang mata uang utama, setelah data AS menunjukkan kepercayaan konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Desember.

Harga emas kemungkinan akan mengakhiri tahun 2015 dalam penurunan hampir 10 persen, terutama karena ekspektasi bahwa suku bunga AS yang lebih tinggi akan memukul permintaan untuk logam mulia ini.

Harga emas spot naik 0,04 persen menjadi 1.069 dollar per tory ons, setelah kehilangan 0,6 persen pada sesi sebelumnya, di tengah volume yang tipis pada minggu perdagangan terakhir tahun ini.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari menetap di 1,068.0 dollar per troy ons, sedikit berubah dari hari sebelumnya mendekati $ 1,068.3.

Secara terpisah, data juga menunjukkan harga rumah AS keluarga tunggal naik pada bulan Oktober pada kecepatan yang sedikit lebih cepat dari pada bulan September dan di atas ekspektasi pasar.

Harga Perak naik 0,7 persen menjadi $ 14,03 per ons, tapi sedang menuju 11 persen penurunan tahunan, sedangkan harga paladium naik 0,85 persen menjadi $ 556,75 per ons dan harga platinum naik 1,14 persen menjadi $ 889,55 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah dengan kenaikan suku bunga AS, yang akan semakin meningkatkan dollar AS dan juga potensi pelemahan harga minyak mentah. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1,067-1,065, dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance 1,071-1,073. (Sumber: Vibiznews) (Pr)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.