Harga Emas Perkasa Usai China Umumkan Stimulus

New York – Harga emas dunia merangkak naik ke level tertinggi dalam 3 pekan, di atas US$ 1.200 per ounce.

Harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi US$ 1.997,81 per ounce setelah sebelumnyamenyentuh level tertinggi dalam tiga minggu di US$ 1.207,70 per ounce.

Harga emas berjangka COMEX untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 6,80 per ouncemenjadi US$ 1.197,7 per ounce, mengupas keuntungan setelah naik ke posisi tertinggi sejak 30Oktober di US$ 1.207,60 per ounce.

Ini terjadi usai China memutuskan untuk memberikan suku bunga kejutan yang memicu harapanbahwa permintaan emas akan meningkat di negara konsumen terbesar dunia tersebut.

Selama ini emas menjadi lindung nilai inflasi. Kenaikan harga emas juga dipicu pernyataan PresidenBank Sentral Eropa Mario Draghi yang membuka pintu untuk melakukan langkah-langkah lebih drastis guna mencegah deflasi.

Selain itu, ECB mengatakan telah mulai membeli efek beragun aset, dalam sebuah langkah untuk mendorong bank untuk meminjamkan dan menghidupkan kembali perekonomian.

China menambahkan stimulus, komentar Draghi dan ECB membeli beberapa utang membuatpedagang terutama tertarik untuk menutupi jangka pendek sebelum akhir minggu dan menjelang pertemuan OPEC minggu depan,” kata George Gero, Wakil Presiden RBC Capital Markets melansir laman Reuters.

Kebijakan ini diprediksiĀ  akan mempercepat harga logam emas menerobos posisi US$ 1.200 per ounce.

China memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun untuk menurunkan biaya pinjaman dan mengangkat ekonomi pendinginan.

Setiap tindakan yang mempercepat daya beli masyarakat Cina pasti akan positif untuk emas,” kataanalis Mitsubishi Jonathan Butler.

(sumber: Liputan6)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.