Harga emas semakin kusam saja

JAKARTA. Pesona emas memudar. Logam mulia ini kalah bersaing dengan dollar Amerika Serikat (AS), yang belakangan ini pamornya meroket. Data ekonomi Paman Sam yang solid memicu pelaku pasar berburu dollar.

Mengutip Bloomberg, Jumat (6/11), harga emas pengiriman Desember 2015 di Commodity Exchange turun 1,49% ke posisi US$ 1.087,7 per ons troi. Sepekan terakhir, harganya bahkan sudah tergerus sebesar 4,71%.

Ini koreksi mingguan yang paling tajam dalam setahun terakhir. Research and Analyst Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, tren bearish harga emas berlanjut. Sebab, dollar AS sedang di atas angin.

Maklum, Gubernur The Fed Jannet Yellen membuka peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Sinyal kenaikan suku bunga semakin kencang setelah akhir pekan lalu, data sektor tenaga kerja AS melebihi harapan pasar.

Kenaikan upah pekerja melebihi prediksi, dan penyerapan tenaga kerja per Oktober melampaui perkiraan pasar. Per Jumat (6/11), survei fed-fund futures menunjukkan, optimisme pasar atas kenaikan suku bunga pada Desember ini naik jadi 70% dari sebelumnya hanya 50%.

“Itu sebabnya, pekan ini harga emas masih akan terkoreksi,” ujar Faisyal. Research and Analyst Fortis Asia Futures Deddy Yusuf Siregar sependapat, harga emas spot masih rentan jatuh selama spekulasi kenaikan suku bunga The Fed terus berhembus.

Meski begitu, masih ada katalis yang bisa menjaga harga emas tidak turun tajam. Sebab, permintaan emas kemungkinan meningkat beberapa bulan menjelang perayaan Imlek. Emas juga mungkin dicari sebagai aset lindung nilai saat ekonomi Tiongkok sedang lesu.

Sebagai gambaran, per Oktober, cadangan emas Bank Sentral China mencapai US$ 63,36 miliar, naik ketimbang September, yaitu US$ 61,19 miliar. Penambahan aset emas merupakan upaya diversifikasi cadangan devisa. Prediksi Deddy, sepekan ini, emas spot bergulir antara US$ 1.078,4-US$ 1.117,3 per ons troi.

Menurut Faisyal, laju harga emas antara US$ 1.068-US$ 1.145 per ons troi. Beli saat terkoreksi Deddy memperkirakan, akhir tahun ini harga emas mungkin menuju US$ 980 hingga US$ 1.000 per ons troi.

Tekanan bisa lebih kencang saat The Fed merealisasikan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Menurut Deddy, harga emas di kisaran tersebut sudah murah dan menarik bagi investor yang menyimpan di jangka menengah-panjang.

“Selama harga emas di bawah US$ 1.000, investor bisa beli, sebelum level itu tersentuh, sebaiknya hold,” sarannya. (investasi.kontan.co.id)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.