Harga Emas Sempat Capai Posisi Tertinggi 7,5 Bulan

Harga emas sempat melonjak ke posisi tertinggi 7,5 bulan pada perdagangan Senin kemarin, sempat menyentuh di atas level psikologis $ 1.200 per ons, karena negatifnya pasar saham dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman.

Pasar saham global jatuh karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global, sementara treasury yield 10-tahun mencapai terendah dalam setahun pada permintaan untuk aset yang dianggap kurang berisiko, seperti emas.

Harga emas spot ditutup naik 1,35% pada $ 1188.84 per ons, sempat mencapai titik tertinggi pada $ 1,200.60 per ons, terkuat sejak 22 Juni, setelah menembus resistensi kunci di titik tertinggi Oktober di $ 1,190.63.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 3,5 persen pada $ 1,197.90 per ons.

Juga menambah sentimen positif dilanjutkan arus yang kuat ke dalam dana yang diperdagangkan di Exchange-Traded Funds (ETF) yang didukung emas. Pada hari Jumat, SPDR Gold Trust, ETF yang didukung emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikan sahamnya naik 0,7 persen menjadi 698,46 ton.

Para pedagang mengatakan kenaikan 5 persen emas pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Juli 2013, juga telah membuat banyak investor lebih yakin bahwa rally logam sejak awal tahun ini berkelanjutan.

Beberapa data ekonomi yang lemah baru-baru ini, terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok, telah menyebabkan pasar keuangan yang diharapkan akan ada lebih sedikit kenaikan suku bunga AS tahun ini dibandingkan empat kenaikan di beberapa minggu yang lalu, kemungkinan hanya satu.

Sementara itu, manajer hedge fund dan keuangan meningkatkan taruhan bullish mereka di perdagangan emas COMEX ke level tertinggi tiga bulan pada minggu ke 2 Februari, data menunjukkan pada hari Jumat.

Harga logam mulia lainnya juga naik. Harga Platinum naik 1,5 persen pada $ 921,25 per ons, setelah mencapai $ 931,76 per ons, tertinggi sejak 9 November. Harga perak spot naik 2,3 persen menjadi $ 15,32 per ons, setelah sempat menyentuh $ 15,46, tertinggi sejak 3 November. Harga Paladium naik 2,4 persen pada $ 513,05 per ons.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi AS JOLTs Job Opening Desember, yang diindikasikan sedikit turun dari hasil sebelumnya. Jika hasil negatif terealisir, akan dapat menekan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas kembali menguat jika data indikator ekonomi AS yang lebih rendah terealisir, dan ini akan menekan dollar AS dan kembali menguatkan emas. Harga emas diperkirakan menembus level Resistance $1,191.00-$1,193.00, namun jika harga turun akan menembus level Support $1,187.00-$1,185.00.

( Sumber : www.vibiznews.com )

(yn)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.