Harga Emas Stabil di tengah Profit-Taking

Harga emas stabil pada hari Jumat, karena investor mengunci keuntungan dari rally logam mulia ke level tertingginya selama enam minggu pada hari Kamis dan karena pasar menunggu rilis data pertumbuhan kedua AS yang segera rilis.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Agustus sedikit berubah pada $1,259.28, dari level tertingginya selama enam minggu di sesi sebelumnya di 1,265.00.

Kontrak Agustus mengakhiri sesi Kamis 0,85% lebih tinggi pada $1,260.00 per ounce.

 

Dolar tetap di bawah tekanan setelah Fed mengatakan pada hari Rabu bahwa inflasi tetap di bawah target 2% bahkan jika risiko jangka pendek terhadap prospek ekonomi tampak “kurang seimbang.” Di masa lalu, Fed menilai bahwa kelemahan inflasi bersifat sementara.

Nada hati-hati bank sentral terhadap inflasi memicu ketidakpastian baru mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini.

Fed juga mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan akan mulai mengecilkan neraca keuangannya “segera”, mendorong harapan untuk pengumuman pada bulan September.

Greenback juga melemah oleh data pada hari Kamis yang menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal meningkat sebesar 10.000 menjadi 244.000 minggu lalu. Analis memperkirakan klaim pengangguran naik 7.000 menjadi 241.000 pekan lalu.

Indeks dolar AS turun 0,15% pada 93,64, tidak jauh dari level terendahnya selama 13 bulan di bulan Desember di 93.00.

Emas sensitif terhadap pergerakan yang lebih tinggi pada suku bunga AS dan dolar. Melemahnya dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sementara kenaikan suku bunga AS mengangkat opportunity cost untuk kepemilikian aset yang tidak menghasilkan seperti bullion.

Logam lain, perak berjangka untuk pengiriman September tergelincir 0,23% menjadi $16,533 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September turun 0,54% menjadi $2.862 per pon.

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.