Harga emas terus menurun

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), ditutup pada tingkat terendah sejak 1 April, tertekan data ekonomi positif Amerika Serikat.


Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 7,4 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi menetap di 1.281,1 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Badan Pembiayaan Perumahan Federal AS pada Selasa melaporkan bahwa harga rumah di AS naik 0,6 persen disesuaikan secara musiman pada Februari, dan naik 6,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Asosiasi Makelar Perumahan Nasional (NAR) mengatakan meskipun penjualan rumah “existing homes” (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales) turun 0,2 persen pada Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,59 juta unit, persediaan rendah telah meningkatkan harga rata-rata jual rumah bekas hingga mencapai 198.500 dolar AS pada Maret, naik 7,9 persen tahun ke tahun.

Selain itu, indeks manufaktur dari Fed Richmond telah datang kembali ke wilayah positif pada April, meningkat menjadi positif tujuh dari negatif tujuh pada Maret.

Ekuitas AS juga naik pada Selasa didukung data ekonomi yang positif, yang pada gilirannya memperlemah harga emas.

Kepemilikan emas SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, turun menjadi 792,14 ton pada Senin dari 795,14 ton pada Kamis lalu dan dari 806,82 ton pada Selasa lalu.

Analis pasar percaya bahwa penurunan emas di bawah tingkat saat ini dapat memicu tren menurun cepat, dengan titik pendaratan berikutnya sekitar 1.240 dolar AS.

Perak untuk pengiriman Mei naik satu sen atau 0,05 persen menjadi ditutup pada 19,361 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 0,4 dolar AS atau 0,03 persen menjadi berakhir pada 1.400,3 dolar AS per ounce.

sumber: antaranews.com

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.