Harga Emas Tuai Keuntungan Kembali dari Konflik di Ukraina

Liputan6.com, New York – Harga emas sedikit lebih rendah pada perdagangan Sabtu (16/8/2014) pagi ini, pengupas kerugian pembelian logam mulia tersebut mengikuti penurunan pasar ekuitas dipicu pengakuan Ukraina jika pasukannya telah terlibat dalam penyerangan kendaraan lapis baja Rusia yang memasuki Ukraina dan ini tampaknya akan menjadi eskalasi militer besar.

Harga emas di pasar Spot turun 0,7 persen menjadi US$ 1,303,90 per ounce. Logam mulia ini sempat diperdagangkan ke posisi terendah yakni US$ 1.292,40 per ounce, sebelum adanya berita utama tentang konflik Ukraina. Pada minggu ini, harga emas telah turun 0,4 persen, penurunan ketiga dalam 4 minggu, melansir laman Reuters.

Harga emas berjangka US COMEX untuk pengiriman Desember ditutup turun US$ 9,50 menjadi US$ 1.306,20 per ounce, dengan volume perdagangan lebih tinggi dari rata-rata 30-hari.

Investor mulai kembali menyerbu pembelian emas dan US Treasuries setelah Ukraina mengatakan pasukannya telah menyerang dan menghancurkan sebagian konvoi lapis baja Rusia yang menyeberang ke wilayah Ukraina. Moskow mengatakan pasukannya tidak menyeberang ke Ukraina, dan menuduh Kiev berusaha menyabotase pengiriman bantuan.

“Berita itu jelas membantu emas kembali membalik tinggi dan menunjukkan bahwa emas sangat rentan terhadap ketegangan geopolitik,” kata Phillip Streible, Broker Komoditas RJ Senior O’Brien.

Namun, tambah dia, ketika konflik ini kembali mereda maka pasar emas akan susut kembali.

Di awal, harga emas sempat turun lebih dari 1 persen karena permintaan fisik yang lemah, keuntungan dalam ekuitas AS dan data inflasi produsen lemah. Tapi saham jatuh setelah berita dari Ukraina, sementara harga obligasi acuan 10-tahun Treasury AS naik.

(liputan6) (Dn)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.