Harga Emas Turun Abaikan Pelemahan Dollar AS

Harga emas turun pada penutupan perdagangan Rabu dinihari (23/12), mengabaikan dolar yang lemah dan rebound harga minyak menjelang akhir tahun di tengah perdagangan ringan sebelum liburan Natal.

Harga emas spot turun 0,5 persen pada 1,072.15 dollar per troy ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 0,6 persen pada 1,074.10 dollar per troy ons.

Hedge fund mencatatkan posisi pendek pekan lalu setelah kenaikan suku bunga Fed dan telah mengurangi eksposur negatif dalam beberapa hari terakhir, Saxo Bank mengatakan dalam sebuah catatan.

“Ketika mendekat dengan akhir tahun, likuiditas semakin kecil dan orang-orang mulai menutup perdagangan mereka untuk tahun ini,” kata analis ABN Amro Georgette Boele. “Salah satunya adalah euro pendek, dolar panjang, emas pendek.”

Bursa Wall Street naik sementara dolar merosot dan penurunan tajam dalam penjualan rumah yang ada di bulan November.

Sementara emas menarik dukungan dari kenaikan besar dalam kepemilikan dari exchange-traded fund (ETF) atas emas akhir pekan lalu, kembalinya aliran keluar minggu ini menunjukkan bahwa investor tetap berhati-hati.

Sedangkan harga Perak turun 0,1 persen pada $ 14,26 per ons, sementara harga platinum turun 0,3 persen pada $ 870,64 dan harga paladium naik 0,6 persen menjadi $ 552,31.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah dengan kenaikan suku bunga AS, yang akan semakin meningkatkan dollar AS. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1,070-1,068, dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance 1,074-1,076. (vibiznews.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.