Harga Emas Turun, Berpotensi Terus Tertekan Jelang Kenaikan Suku Bunga AS

Harga emas berakhir turun pada penutupan perdagangan Jumat dinihari (11/12), karena dolar rebound menjelang kenaikan suku bunga AS yang diperkirakan minggu depan ini.

Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 15-16 Desember.

Harga emas spot turun 0,06 persen pada 1,072.10 dollar per troy ons, sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 0,4 persen pada 1,072.50 dollar per tory ons.

Harga logam mulia ini merosot ke 1,045.85 dollar per troy ons, terendah sejak Februari 2010, pekan lalu, ketika dolar melonjak ke level tertinggi dalam 12,5 tahun setelah pengumuman Ketua Fed Janet Yellen untuk menaikkan suku bunga AS pada bulan Desember ini.

Dolar naik 0,6 persen terhadap sekeranjang mata uang utama, sementara penurunan harga minyak ke level terendah hampir tujuh tahun, menambahkan tekanan pada emas.

Kelemahan dalam minyak bisa memicu kekhawatiran deflasi, faktor bearish untuk emas, yang sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin minyak.

Sementara itu harga Perak turun 0,3 persen menjadi $ 14,10 per ons. Harga Platinum turun 0,1 persen menjadi $ 855,95 per ons, setelah menyentuh pekan lalu tujuh tahun rendah, dan harga Paladium turun 1,5 persen menjadi $ 539,73 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah dengan semakin mendekatnya rencana kenaikan suku bunga AS minggu depan ini, yang akan semakin meningkatkan dollar AS. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1070-1068, dan jika harga kembali menguat akan mencoba menembus level Resistance 1074-1076. (vibiznews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.