Harga emas turun karena dolar menguat – antaranews.com

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada Rabu (Kamis pagi WIB) ditutup pada tingkat terendah sejak 8 Juli, karena dolar AS menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,6 dolar AS, atau 0,29 persen, menjadi menetap di 1.237,9 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Data ekonomi yang dirilis pada Rabu bervariasi, tetapi umumnya negatif untuk emas. Sebuah ukuran sentimen konsumen naik ke angka akhir 75,1 pada November dari 73,2 pada Oktober.

Lembaga riset Conference Board AS pada Rabu melaporkan bahwa indeks ekonomi utama untuk AS naik 0,2 persen pada Oktober menjadi 97,5.

Permohonan tunjangan pengangguran jatuh untuk keenam kalinya dalam tujuh minggu, dengan klaim turun sebesar 10.000 menjadi 316.000 di pekan yang berakhir 23 November.

Indeks pembelian manajer Chicago jatuh menjadi 63 pada November, tetapi masih lebih baik daripada ekspektasi pasar.

Sementara Departemen Perdagangan pada Rabu melaporkan bahwa pesanan untuk barang-barang tiket besar AS (seperti rumah dan mobil) turun dua persen pada Oktober, jatuh lebih rendah dari perkiraan pasar turun 2,2 persen.

Secara umum data ekonomi optimis tidak hanya mendorong dolar AS lebih kuat, tetapi juga memicu ekspektasi pasar untuk penarikan kembali pembelian obligasi oleh Federal Reserve.

Data positif dari Eropa juga negatif untuk emas. Indeks kepercayaan konsumen di Jerman naik ke tingkat tertinggi dalam lebih dari enam tahun, dan ekonomi Inggris menunjukkan pertumbuhan 0,8 persen pada kuartal ketiga.

Tetapi, permintaan emas dari China tetap kuat. Data menunjukkan bahwa China mengimpor hampir 1.000 ton emas dari Hong Kong dalam 10 bulan pertama tahun ini.

Perdagangan emas di Comex akan tutup pada Kamis waktu setempat untuk libur hari Thanksgiving, dan akan ada tutup lebih awal untuk sesi Jumat.

Perak untuk pengiriman Maret turun 21,1 sen, atau 1,06 persen, menjadi ditutup pada 19,682 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari kehilangan 19,2 dolar AS, atau 1,4 persen, menjadi berakhir pada 1.352,7 dolar AS per ounce. (antaranews.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.