Harga Emas Turun Mengikuti Pelemahan Minyak Mentah

Harga emas jatuh pada penutupan perdagangan Selasa dinihari tadi (29/12) mengikuti turunnya harga minyak, dalam likuiditas tipis dalam hari yang singkat jelang liburan akhir tahun.

Harga emas spot turun 0,65 persen pada 1,068.51 dollar per troy ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun $ 7,60 atau 0,7 persen, pada 1,068.30 dollar per troy ons.

Emas naik hampir 1 persen selama minggu Natal, tapi turun hampir 10 persen tahun ini.

Harga emas mencapai terendah sejak awal 2010 bulan ini untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Harga emas tetap di bawah tekanan, menunggu petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter.

Harga minyak turun 3 persen setelah akhir pekan Natal yang panjang, menekan ekuitas global lebih rendah. Emas berkorelasi positif dengan minyak sebagai logam dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin minyak bumi.

Permintaan akan emas terhenti di pusat-pusat pembelian emas besar di Asia semalam, kata para dealer, meskipun data menunjukkan impor emas bersih Tiongkok dari Hong Kong naik secara bulanan pada November karena harga jatuh ke posisi terendah sepanjang tahun.

Sedangkan pada harga logam lainnya, harga Perak membukukan penurunan terbesar, turun 3,3 persen pada $ 13,87 per ons. Harga Platinum turun 0,9 persen pada $ 873,25 per ons, sementara harga paladium turun 1,5 persen pada $ 550 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah dengan kenaikan suku bunga AS, yang akan semakin meningkatkan dollar AS dan juga potensi pelemahan harga minyak mentah. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1,066.50-1,064.50, dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance 1,070.50-1,072.50. (vibiznews.com)(dk)

 


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.