Harga emas turun setelah naik lima sesi berturut-turut

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), mengakhiri kenaikan lima sesi beruntun karena reli di pasar ekuitas AS menarik investor menjauh dari logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 6,1 dolar AS atau 0,44 persen menjadi menetap di 1.372,9 dolar AS per ounce. Pekan lalu, harga emas naik tajam di tengah ketidakpastian geopolitik seputar referendum Krimea, lapor Xinhua.

Kenaikan pasar ekuitas AS memberikan kontribusi terhadap penurunan emas, menyusul data ekonomi positif AS dan sanksi-sanksi terbatas yang diumumkan oleh AS dan Uni Eropa, menurut analis pasar. Di sisi ekonomi, data AS yang sebagian besar positif memperlemah daya tarik “safe-haven” emas.

Indeks kondisi manufaktur di wilayah New York menunjukkan perbaikan moderat pada Maret, produksi industri naik pada Februari pada tingkat pertumbuhan bulanan tercepat sejak Agustus, dan ukuran kepercayaan di kalangan pengembang rumah naik tipis pada Maret, laporan mengatakan Senin.

AS mengumumkan sanksi terbatas kepada tujuh pejabat Rusia, dua pemimpin berbasis di Krimea dan mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych serta kepala staf kepresidenanya dalam menanggapi referendum Krimea. Uni Eropa sebelumnya menerapkan sanksi terhadap 13 pejabat Rusia dan delapan pejabat Krimea.

Perak untuk pengiriman Mei kehilangan 13,8 sen atau 0,64 persen menjadi ditutup pada 21,275 dolar AS per ounce. (sumber: antaranews)

(pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.