Harga Emas Turun Terganjal Kenaikan Pasar Saham dan Minyak Mentah

Harga Emas ditutup turun pada akhir perdagangan Jumat dinihari (29/01) ditekan oleh kekuatan sebelumnya di pasar ekuitas di belakang rally harga minyak, dengan aksi jual investor memanfaatkan kenaikan emas ke posisi tertinggi 12 minggu pada perdagangan kemarin.

Harga emas  spot turun 0,04 persen pada $ 1,114.70 per ons. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun $ 0,20 pada $ 1,116.10 per ons.

Emas melompat ke level tertinggi 12-minggu $ 1,127.80 per ons pada hari Rabu setelah The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah dan mengatakan itu “memantau” perkembangan ekonomi dan keuangan global, sekaligus menjaga pandangan optimis ekonomi AS.

Harga emas bergerak dalam arah yang berlawanan dari minyak, yang melonjak sebanyak 8 persen setelah seorang pejabat Rusia mengatakan Arab Saudi telah mengusulkan bahwa negara-negara penghasil minyak memangkas produksi hingga 5 persen.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak turun 0,04 persen menjadi $ 14,22 dan platinum naik 0,64 persen pada $ 866,00. Paladium turun 0,15 persen pada $ 489,00.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi pertumbuhan ekonomi AS yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi naik jika pertumbuhan ekonomi AS terealisasi menurun yang dapat menekan dollar AS. Harga emas diperkirakan menembus level Resistance $1,117-$1,119, namun jika harga retreat akan menembus level Support $1,113-$1,111. (vibiznews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.