Harga Emas Turun Usai Fed Kurangi Stimulus Moneter – viva.co.id

VIVAnews – Harga emas untuk perdagangan Asia melemah pada Kamis 19 Desember 2013, setelah Federal Reserve memutuskan untuk mengurangi program pembelian obligasi bulanan.

Seperti dikutip dari laman Investing, kebijakan Fed itu merespons sinyal pemulihan ekonomi AS dan memperkuat kurs dolar terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.
Harga emas di bursa berjangka divisi Comex New York Mercantile Exchange, untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada US$1.223,30 per troy ounce. Level tersebut turun 0,97 persen, setelah mencapai sesi terendah semalam di US$1.227,10 per troy ounce dan tertinggi US$1.236,60 per troy ounce.
Emas jatuh di sesi terakhir, karena investor mencermati keputusan bank sentral AS yang mulai mengurangi pemberian stimulus moneternya.
Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret turun 0,88 persen pada posisi US$19.883 per troy ounce. Sementara itu, harga tembaga untuk pengiriman Maret naik 0,03 persen dan diperdagangkan pada US$3.320 pon.
Di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk juga melaporkan bahwa harga emas batangan pada transaksi hari ini turun.
Harga emas batangan Antam dijual Rp528.000 untuk ukuran 1 gram, melemah Rp1.000 dari transaksi sebelumnya, Rabu 18 Desember 2013, sebesar Rp529.000.
Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.495.000, ukuran 10 gram Rp4.940.000, ukuran 25 gram Rp12.275.000, ukuran 50 gram Rp24.500.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp48.950.000.
Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp122.250.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp244.300.000.
Harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun, karena dipatok pada level Rp468.000 per gram, dari transaksi sebelumnya Rp469.000. (viva.co.id)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.