Harga Minyak akan Melemah pada Pekan Ini – Liputan6.com

New York : Harga minyak mentah Amerika Serikat kemungkinan akan melemah pada pekan ini. Hal itu seiring data ekonomi dan permintaan yang melemah.

Prediksi itu berdasarkan survey terbaru dari analis dan trader yang dilakukan oleh CNBC, yang dikutip pada Senin (28/10/2013). Banyak responden meragukan, kalau dua hari pertemuan bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve akan membantu mengangkat harga minyak secara dramatis. Hal itu karena pasar minyak kini selaras dengan data ekonomi terutama di Amerika Serikat.

“Saya tidak rasa pertemuan Federal Open Market Committee akan penting untuk minyak. Kami melihat resiko pada perdagangan seperti kenaikan produksi minyak Amerika Serikat, berkurangnya beberapa resiko geo politik, pasokan dan permintaan minyak, dolar mulai mendapat kembali kontrol,” kata Phil Flynn, Energy Analyst Price Futures Group di Chicago.

The Federal Reserve akan melakukan pertemuan pada Selasa dan Rabu pekan ini. Bank sentral Amerika Serikat ini diprediksi mempertahankan program stimulus moneternya.

Pada Jumat pekan lalu, minyak mentah Amerika Serikat naik ke level US$ 97,85 per barel. Minyak mentah Brent turun 6 sen ke level US$ 106,93 per barel. Selama sepekan harga minyak Brent turun 2,7%.

Adapun sentimen lain yang akan mempengaruhi harga minyak yaitu rilis penjualan risel September dan indeks ISM Manufaktur pada Oktober. “Kami melihat prospek ekonomi Amerika Serikat masih melemah, dan khususnya bagaimana menyelesaikan masalah pengangguran,” kata Carl Larry, President of Houston-based Consultancy Oil Outlooks and Opinions.

Carl menambahkan, klaim pengangguran pada pekan lalu akan berdampak terhadap laporan pekan ini. Sementara itu, bagi Amerika Serikat, harga minyak bergantung kepada pergerakan ekonomi dan permintaan untuk bahan bakar. (Liputan6.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.