Inflasi AS Melemah, Emas Dunia Naik USD16,4/Ounce

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik tajam pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) pada Agustus lemah, menurunkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga bulan ini oleh Federal Reserve.

Mengutip Antara, Kamis (17/9/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember melompat naik USD16,4 per ounce atau 1,49 persen menjadi menetap di USD1.119 per ounce.  Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan indeks harga konsumen AS turun 0,1 persen pada Agustus dari bulan sebelumnya, penurunan pertama sejak Januari karena harga bensin lebih murah.

Data suram menunjukkan bahwa inflasi mungkin lebih rendah dari tingkat target Federal Reserve untuk mendukung kenaikan suku bunganya, sehingga memperlemah dolar. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama turun sekitar 0,35 persen pada akhir perdagangan.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti melemahnya dolar AS dapat menjadi positif bagi harga komoditas dalam dolar karena membuat mereka lebih mahal bagi pengguna non-dolar, sementara dolar yang lebih kuat dapat menekan harga komoditas.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu memulai pertemuan kebijakan hari dua mereka, di mana The Fed dapat menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari sembilan tahun.

Di antara logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 55,9 sen atau 3,90 persen menjadi ditutup pada USD14,885 per ounce. Sementara itu, platinum untuk pengiriman Oktober menambahkan USD17,5 atau 1,83 persen menjadi ditutup pada USD975,7 per ounce.

(sumber: metrotvnews)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.