Isu Brexit Mereda: Harga Emas Dunia Akhirnya Melemah

Emas turun ke nilai  terendah selama dua pekan pada hari Rabu setelah sempat terjadi penurunan selama satu hari dan  terbesar dalam empat minggu terakhir, hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa Inggris akan tetap memilih  sebagai anggota  Uni Eropa .

Logam turun hampir 2 persen pada hari Selasa setelah adanya  dua jajak pendapat menunjukkan hasil dominan untuk memilih tetap sebagai bagian dari Uni Eropa. Kekhawatiran atas hasil voting Brexit tersebut telah membuat emas rally minggu lalu ke nilai tinggi sejak dua tahun terakhir.

Namun, adanya perubahan hasil voting Brexit dan akhir-akhir ini cenderung ke hasil untuk tetap tinggal sebagai anggota Uni Eropa daripada keluar dari Uni Eropa memberikan dampak yang cukup signifikan bagi emas.

Spot emas mencapai level terendah dua minggu dan menetap di di $ US1,261.01 per ounce dan turun 0,1 persen pada $ US1,266.60 per ounce , nilainya sedikit berubah dari nilai hari  Selasa. Emas berjangka US untuk pengiriman Agustus turun 0,2 persen menetap di $ US1,270 per ounce.

Saham dan sterling naik karena investor menjadi lebih optimis bahwa Inggris akan memilih untuk tetap di Uni Eropa pada referendum hari Kamis nanti.

Investor juga mengawasi arah  suku bunga AS.  Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada hari Selasa bahwa kemampuan Fed untuk menaikkan suku bunga tahun ini mungkin bergantung pada kenaikan data pekerjaan.

Kepemilikan di SPDR Gold, naik 0,39 persen menjadi 912,33 ton pada hari Selasa, tertinggi sejak September 2013.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,03 persen pada $ US17.26 per ounce, sementara platinum naik 0,03 persen pada $ US976 dan paladium naik 1,5 persen pada $ US558.75.

(Tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.