Jelang 2014, Kilau Emas Global Semakin Pudar

LONDON – Harga emas global jatuh dalam perdagangan akhir tahun ini dan menuju kerugian tahunan terbesar dalam lebih dari tiga dekade. Tahun ini, emas turun hampir 30 persen, karena meningkatnya risk appetite dan prospek pemulihan ekonomi global.

“Apa yang sedang dilihat investor adalah gagasan bahwa komoditas sudah tidak lagi mencatat banyak permintaan. Selain itu, dengan tekanan inflasi yang rendah, masih ada beberapa risiko downside untuk emas selama pasar saham tetap relatif kuat,” kata pemilik Quantitative Commodity Research, Peter Fertig, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (31/12/2013).

Emas jenis Spot turun 0,6 persen menjadi USD1.205,40 per troy ons, sementara level terendah emas tercatat pada level USD1.200,79 per troy ons. Sementara emas berjangka Amerika Serikat (AS), Comex Gold, untuk pengiriman Februari turun USD9,00 menjadi USD1.204,90 per troy ons.

Kinerja emas pada 2013 melemah karena harga yang terpukul oleh keputusan bank sentral AS untuk memangkas stimulus moneter. Hal ini telah meningkatkan risiko biaya pada investasi emas.

Outflow berat dari pertukaran dana emas yang diperdagangkan juga memperlihatkan minat investor sudah turun. Sementara Holdings di SPDR Gold Trust, perdagangan emas berjangka terbesar di dunia, turun tiga ton ke level terendah sejak Januari 2009 di 801,2 ton.

Pasar fisik melihat beberapa penawaran antara perdagangan rumah dan perhiasan, dan tetap menjaga premi untuk emas batangan stabil pada USD2 per troy ons pada harga spot London di Hong Kong, pusat perdagangan emas di Asia Timur .

Impor emas bersih China dari Hong Kong turun 42 persen menjadi 76,393 ton pada November dari 131,19 ton pada Oktober, yang mencerminkan penurunan permintaan setelah pembelian yang kuat dalam bulan-bulan sebelumnya. (Okezone.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.