Kemana Arah Pergerakan Harga Emas Pekan Ini? -Liputan6.com-

Liputan6.com, Jakarta : Emas berhasil menguat pada pekan lalu di atas level US$ 1.300 per ounce dan ditutup di level US$ 1.315,8 per ounce. Tercapainya kesepakatan sementara atas krisis pagu utang dan anggaran Amerika Serikat (AS) membuat isu dipertahankannya stimulus moneter Bank Sentral AS (The Fed) kembali menguat.

“Spekulasi berlanjutnya stimulus moneter tersebut memicu sentimen positif buat emas,” jelas analis dari Megagrowth Futures Wahyu Tri Laksono saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (21/10/2013).

Wahyu memprediksi potensi bullish (naik) bisa berlanjut jika level US$ 1.330 berhasil ditembus untuk menguji level US$ 1.353. Level resisten selanjutnya berada di US$ 1.376, US$ 1.394, US$ 1.400 dan terkuat di US$ 1.435. Level di sekitar US$ 1.394- US$ 1.435 sangat rentan dengan tekanan turun nantinya.

“Resistance pemicu bullish jangka menengah berada di US$ 1.435. Resisten berikutnya di US$ 1.445, US$ 1.490 dan terkuat di US$ 1.500,” terang dia.

Sementara untuk level support berada di US$ 1.300, US$ 1.268 dan US$ 1250. Support lainnya ada di US$ 1.242, dan US$ 1.208-US$ 1.200. Tren bearish (turun) jangka menengah akan berlanjut jika level US$ 1.180 tertembus dan akan membuka jalan ke level US$ 1.155 dan US$ 1.120.

“Level psikologis ada di US$ 1.100 dan US$ 1.000,” jelas Wahyu.

Setelah penutupan pemerintah AS berhasil dibuka, maka data terpenting AS yang tertunda yaitu nonfarm payrolls (NFP) akan menjadi fokus pekan ini. Wahyu menyatakan data NFP dirilis Selasa dan diduga membaik sehingga bisa menekan emas, namun sepertinya tidak terlalu signifikan. Pasalnya rilis data tersebut kemungkinan tidak mengubah spekulasi masih dipertahankannya stimulus moneter Fed.

“Data ekonomi AS penting lainnya pekan ini adalah existing home sales, jobless claimsnew home sales, dan durable goods orders yang secara umum membaik,” papar Wahyu. (Liputan6.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.