Kenaikan Harga Emas Belum Diikuti Perhiasan

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Kota Semarang Bambang Yuwono mengungkapkan, kenaikan harga emas yang terjadi sejak satu minggu lalu belum diikuti oleh kenaikan harga perhiasan.

“Masih banyak toko perhiasan yang menghabiskan stok lama sehingga untuk sementara ini belum menaikkan harga perhiasan,” katanya di Semarang, Jumat (26/2/2016).

Menurut dia, saat ini harga perhiasan masih di kisaran Rp425 ribu-Rp440 ribu per gram. Jika stok lama habis dan pedagang mulai menyediakan barang baru, maka harga tersebut akan segera mengalami kenaikan.

Sedangkan untuk harga emas batangan saat ini di kisaran Rp515 ribu per gram, harga tersebut meningkat dibandingkan harga sebelumnya yaitu Rp485 ribu per gram. Menurut dia, kenaikan tersebut terjadi akibat kenaikan harga emas dunia sejak satu minggu lalu.

Bambang mengatakan kenaikan harga emas tersebut belum berpengaruh terhadap penjualan harga emas terutama pada keinginan masyarakat yang ingin menjual kembali emas mereka.

“Saya sendiri memprediksi mereka enggan menjual emas karena kepemilikan emas batangan sudah mulai menipis di kalangan masyarakat sejak terjadinya krisis moneter belasan tahun silam,” katanya.

Menurut dia, saat ini hanya sebagian kecil masyarakat yang masih menganggap investasi emas adalah investasi yang paling strategis.

Pihaknya menilai, investasi emas merupakan investasi yang menguntungkan. Meski bersifat fluktuatif, harga emas cenderung terus menanjak dari masa ke masa.

“Misalnya saat harga naik seperti ini mereka bisa menjual kembali. Kalau potongan harga saat jual kembali untuk emas hanya di kisaran Rp500-1.500 per gram, berbeda dengan perhiasan yang potongannya saat jual kembali bisa mencapai 10 persen dari harga seharusnya,” katanya.

(sumber: Okezone)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.