Kilau Perak Lebih Cemerlang dari Emas

NEW YORK – Harga emas global jatuh karena data klaim pengangguran Amerika Serikat (AS), dan harga minyak mentah yang lebih rendah dua bulanan pada awal pekan ini. Kurangnya minat investasi lebih lanjut bisa menekan harga logam mulia.

Bullion jatuh karena belanja konsumen AS pada Mei tidak seperti yang diharapkan, dan mendorong ekonom untuk memangkas perkiraan Pertumbuhan kuartal II-2014. Adanya keraguan terhadap pertumbuhan ekonomi, ikut menurunkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. 

Total impor emas China dari Hong Kong turun 17 persen untuk 67,233 ton pada Mei dari sebelumnya 80,817 ton pada April. Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,4 persen pada USD21,06 per ounce, melebihi emas. 

Para analis mengatakan kenaikan emas baru-baru ini didorong oleh short covering spekulan agresif, sementara emas yang didukung dana yang diperdagangkan di bursa, juga telah gagal untuk menarik pembeli meskipun bullion reli. 

“Dengan pembeli strategis memilih untuk tidak berpartisipasi di rally emas, berbaliknya emas tentu dipertanyakan,” kata analis logam mulia UBS, Edel Tully, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (27/6/2014).

Emas jenis Spot turun USD3,84 atau setara dengan 0,3 persen menjadi USD1.315,16 per ounce. Sedangkan emas berjangka AS, Comex Gold, untuk pengiriman Agustus turun USD5,60 atau 0,4 persen menjadi USD1.317 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di bawah rata-rata 30-hari perdagangan.

Logam mulia telah naik 4 persen sejak Kamis lalu dan mencapai level tertinggi dua bulan pada hari Selasa di USD1.325,90 per ounce karena keprihatinan atas meningkatnya kekerasan di Irak. Harga emas juga mengalami tekanan pada komentar dari St Presiden Louis Fed James Bullard bahwa kenaikan suku bunga akan diterapkan lebih awal. (sumber: okezone)

(Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.