Kontraksi Manufaktur China Pukul Harga Emas

INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas mendapat pukulan telak dari sentimen kontraksi manufaktur China. Logam mulia ini pun tergerus sebesar US$6,7 miliar.

Berdasarkan data yang dilansir Cnbc.com, pada perdagangan hingga pukul harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$6,70 (0,5%) ke posisi US$1.329,3 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, hingga siang ini, harga emas terlihat masih tertekan turun. “Harga emas dibuka di kisaran U$$1.332 per troy ounce di awal pekan ini dan terkena imbas negatif data survei PMI Manufaktur China yang masih di level konstraksi dan di bawah perkiraan pasar,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Senin (24/3/2014).

Harga emas juga masih terkena dampak negatif dari hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC)Bank Sentral AS.“Harga emas membentuk level support terdekat di kisaran US$1.324,50, yang juga merupakan area Moving Average (MA)200 grafik 4 jam,” ujarnya.

Dan kini, lanjut dia, harga emas masih bergerak di dekat level support ini. Tekanan turun di bawah level support US$1.324,50 berpotensi membawa harga emas beranjak turun lagi ke kisaran US$1.320. Potensi target penurunan berikutnya di kisaran US$1.312.

“Sementara pergerakan naik di atas level resisten terdekat di US$1.330, berpotensi membuka dorongan naik ke area US$1.335 dan berikutnya ke US$1.342 per troy ounce,” ungkap dia.

Hari ini, lanjut dia, market mover bisa datang dari data PMI kawasan Eropa dan AS. Data PMI kawasan Eropa yang lebih bagus dari proyeksi, bisa mendorong penguatan harga emas. “Sebaliknya data PMI AS yang lebih bagus dari proyeksi, bisa menekan turun harga emas,” imbuhnya. (Inilah) (Dn)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.