Laju harga emas Antam terbatas

JAKARTA. Harga emas di dalam negeri mulai berpendar pada awal 2016. Penguatan ini mengekor kenaikan harga emas global. Apalagi, nilai tukar rupiah cukup stabil.

Mengutip www.logammulia.com, Kamis (28/1), harga jual emas Antam bertengger di level 553.000 per gram. Artinya, sepanjang Januari ini, harganya sudah naik Rp 8.000 per gram.

Sedangkan, harga beli kembali alias buyback naik sebesar Rp 27.000 ke level Rp 497.000 per gram pada periode yang sama. Adapun, sepanjang pekan ini, harga jual emas meningkat Rp 8.000 per gram, dengan kenaikan harga buyback sebesar Rp 7.000 per gram.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tri Wibowo menilai, kenaikan ini merupakan tren yang terjadi pada awal tahun. “Selalu seperti ini, ada sikap menghindari risiko (risk aversion) di kalangan pelaku pasar,” ujarnya, Kamis (28/1).

Menurut Wahyu, saat ini, pelaku pasar masih mencermati outlook ekonomi global dan domestik tahun ini. Alhasil, mereka memarkir dana di instrumen alternatif. Strategi tersebut didukung kondisi emas global yang rebound.

Penurunan tajam harga minyak mentah dan spekulasi arah moneter bank sentral dunia, mengangkat pamor emas sebagai safe haven. MengutipBloomberg, Kamis (28/1) pukul 16.05 WIB emas kontrak pengiriman April 2016 di Commodity Exchange diperdagangkan senilai US$ 1.118,9 per ons troi.

Sepanjang Januari ini, harganya sudah melompat 5,47%. Menurut Wahyu, investor ini potensi yang baik untuk membeli emas Antam, sebab, rupiah sedang stabil. Di pasar spot, sepanjang Januari ini, rupiah menguat 0,61%.

“Ini dinilai kesempatan mengoleksi, sebelum rupiah terpuruk lagi, dan harga emas Antam naik lagi,” paparnya.

Analis Esandar Arthamas Berjangka Tonny Mariano sepakat, saat harga minyak jeblok dan bursa global bergejolak, investor mengalihkan aset dari ekuitas ke emas.

Hold emas

Tonny menduga, kenaikan harga emas spot bisa bertahan hingga akhir kuartal I-2016. Pesimisme kenaikan suku bunga The Fed bisa melemahkan dollar, sehingga membuka peluang investor memburu emas. Tapi, di sisi lain, saat dollar keok, rupiah bakal menguat.

“Ini bisa menyebabkan kenaikan emas Antam terbatas,” kata Tonny. Prediksinya, di akhir kuartal I-2016, emas Antam bisa berada di kisaran Rp 530.000-Rp 570.000 per gram.

Dengan asumsi, emas spot di level US$ 1.050-US$ 1.150 per ons troi, dan rupiah stabil di bawah Rp 14.000 per dollar AS.“Saat ini sebaiknya investor hold. Terlalu riskan untuk beli mengingat ada potensi rupiah lebih kuat,” saran Tonny.

Sementara, Wahyu menduga, pernyataan terakhir The Fed pasca rapat FOMC akan terus menyisakan ketidakpastian terkait suku bunga AS. Alhasil, pelaku pasar akan bersikap wait and see setidaknya hingga pertemuan FOMC pada Maret 2016.

“Selama ketidakpastian berlanjut, emas spot dan Antam masih berpeluang naik,” tuturnya. Prediksinya, hingga akhir kuartal I-2016, emas Antam bisa ke level Rp 580.000 per gram. Pekan depan, harga bisa di rentang Rp 540.000- Rp 570.000 per gram. (investasi.kontan.co.id)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.