Menguat, Emas Dunia Kembali Tembus Level 1.100 Dollar AS

CHICAGO, KOMPAS.com – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat di atas 1.100 dollar AS pada Senin (10/8/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB) didukung melemahnya dolar AS, setelah jatuh untuk minggu ketujuh berturut-turut.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 10 dollar AS, atau 0,91 persen, menjadi 1.104,10 dollar AS per ounce.

Indeks dollar AS turun 0,43 persen menjadi 97,17 pada pukul 18.02 GMT.  Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar melemah maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargakan dalam dollar menjadi lebih murah bagi para investor.

Harga logam mulia terganjal dari kenaikan lebih lanjut karena para pedagang bereaksi terhadap laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis pada Jumat (7/8/2015), yang menempatkan tekanan pada emas.

Para analis mengatakan laporan tersebut mendukung kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve AS pada September, sehingga mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan tingkat pengembalian, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Sementara itu perak untuk pengiriman September bertambah 47,1 sen, atau 3,18 persen, ditutup pada 15,292 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 27,6 dollar AS, atau 2,87 persen, menjadi 989,80 dollar AS per ounce. (Sumber: Kompas)

(Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.