Menunggu Data Ekonomi AS, Harga Emas Tak Banyak Bergerak

Liputan6.com, New York – Harga emas tak banyak berubah pada perdagangan Jumat (Kamis pagi waktu Jakarta). Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan juga belum rampungnya pembicaraan mengenai masalah utang Yunani tak bisa mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.

Mengutip Bullion Desk, Jumat (29/5/2015), harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.188,80 per ounce, atau hanya naik US$ 1,70 jika dibanding penutupan sehari sebelumnya. Emas diperdagangkan pada kisaran yang sempit.

Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh penurunan nilai tukar dolar AS karena angka pengangguran lebih tinggi jika dibanding dengan konsensus para analis. Sebagian besar analis memperkirakan bahwa angka klaim pengangguran akan berada di level 271 ribu klaim namun data yang keluar menunjukkan bahwa klaim pengangguran ada di angka 282 ribu klaim.

Selain itu, ada pesan yang sulit ditangkap oleh para pelaku pasar atas penyelesaian utang Yunani.  Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schauble dan Direktur IMF, Christine Lagarde menyatakan bahwa harus ada usaha yang lebih keras dari pemerintah Yunani untuk bisa menyelesaikan masalah utangnya.

Namun Perdana Menteri Yunani  Alexis Tsipras menyatakan bahwa Yunani telah mengalami kemajuan yang cukup besar untuk menyelesaikan masalah utang tersebut.

Para pejabat Yunani percaya dengan pembenahan yang telah mereka lakukan dalam beberapa waktu terakhir bisa membuat negara tersebut terlepas dari resesi dan bisa mengembalikan utang yang telah diberikan oleh beberapa lembaga dan negara lain.

Di luar itu, pelaku pasar sedang menunggu data pertumbuhan ekonomi AS. Pelaku pasar melihat bahwa pemerintah AS akan merevisi target pertumbuhan ekonomi setelah melihat data-data mikro yang telah keluar. Sebagian besar ekonom dan analis memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS hanya akan berada di level 0,2 persen.

“Meskipun prospek pelemahan dolar AS memberikan tenaga yang baik kepada harga emas namun ternyata sebagian besar pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu data pertumbuhan ekonomi,” jelas analis INTL FCStone, Ed Meir.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas melemah akibat terus menguatnya dolar AS.  Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. (liputan6.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.