Meski Naik Tipis, Harga Emas Dunia Masih di Bawah 1.100 Dolar AS

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada Selasa (10/11/2015) waktu setempat atau Rabu pagi Wib.

Kenaikan logam mulia itu didorong data impor AS yang lebih baik dari perkiraan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 0,4 dolar AS, atau 0,04 persen, menetap di 1.088,50 dolar AS per ons.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan harga impor AS turun 0,5 persen pada Oktober setelah jatuh 0,6 persen pada bulan sebelumnya, melebihi konsensus pasar untuk penurunan 0,1 persen.

Harga yang lebih rendah untuk impor bahan bakar dan nonbahan bakar berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

Para analis percaya laporan itu mungkin memiliki pengaruh kecil pada pendapat Federal Reserve AS tentang ekonomi domestik, karena tidak ada tanda-tanda tekanan inflasi dalam laporan itu.

Emas berada di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik 0,33 menjadi 99,32 pada pukul 17.15 GMT. Angka itu merupakan level tertinggi dalam tujuh bulan. Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah.

Analis yakin bahwa kemungkinan The Fed menaikkan suku bunganya selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember, belum sepenuhnya tercerminkan ke dalam pasar.

Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dariemas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil. Karena, logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sementara itu, perak untuk pengiriman Desember turun 5,7 sen, atau 0,40 persen, menjadi 14,356 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Januari melorot 14,9 dolar AS, atau 1,63 persen, ditutup pada 899,50 dolar AS per ons. (Sumber: Tribunnews)

(Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.