Minim Sentimen, Harga Emas Tak ke Mana-mana – inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Hingga siang ini, laju harga emas masih dalam kisarannya. Pernyataan Janet Yellen yang dovish tak cukup jadi daya dongkrak bagi harga logam mulia ini. Seperti apa?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Senin (18/11/2013) hingga pukul 12.47 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$0,90 (0,07%) ke posisi US$1.286,5 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas masih belum beranjak dari kisaran US$1.278-1.297 per troy ounce sejak Jumat pekan lalu. “Ketiadaan market mover baru menyebabkan harga emas bergerak dalam kisaran yang sama,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (18/11/2013).

Menurut Ariston, sikap calon tunggal Gubenur The Fed Janet Yellen yang dovish (pro moneter longgar) memang membantu menahan pelemahan harga emas lebih lanjut. “Tapi, emas membutuhkan fundamental yang lebih kuat untuk mengangkat harga ke atas US$1.300 per troy ounce,” ujarnya.

Senin (18/11/2013) ini, lanjut dia, tidak banyak market mover penting sebagai penggerak harga emas. “Data nilai kepemilikan surat berharga jangka panjang AS oleh pihak asing mungkin bisa menjadi penggerak harga emas malam nanti. Angkanya diprediksi mencapai sebesar 21,3 miliar dolar AS,” tuturnya.

Secara teknikal, Ariston menjelaskan, level US$1.278 dan level US$1.297 memberikan tahanan bawah dan atas bagi pergerakan harga emas hari ini. “Pergerakan lanjutan ke bawah dan ke atas harus menunggu konfirmasi penembusan kedua level tersebut,” timpal dia.

Level support selanjutnya berada di kisaran US$1.268 per troy ounce. “Sementara level resisten selanjutnya di kisaran US$1310 per troy ounce,” imbuh Ariston.

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.