Pasar Global Anjlok, Harga Emas Naik

VIVA.co.id – Harga emas acuan dunia ditutup menguat, setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah dibanding mata uang mitra dagang utamanya pada Jumat akhir pekan lalu.

Dikutip dari laman CNBC, Senin, 18 Januari 2016, penguatan harga emas juga disebabkan karena jatuhnya pasar saham AS, sehingga investor memilih masuk ke pasar emas yang dianggap safe haven.

Jatuhnya harga minyak di bawah level US$29 per barel menyeret indeks saham utama di sebagian besar bursa dunia. Mereka mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global akan terjadi di tengah banjirnya pasokan minyak mentah dan kegelisahan investor.

Harga emas di pasar spot naik 1,06 persen ke level US$1.089,03 per ons. Sementera itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat US$17,1 ke level US$1.090,7 per ons.

Emas domestik 

Sementara, di pasar domestik, harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini juga naik Rp3.000 dari Rp542 ribu per gram menjadi Rp545 ribu per gram.

Sementara itu, untuk pembelian kembali (buyback), harga emas batangan juga naik Rp2.000 dari Rp484 ribu per gram pada pekan lalu menjadi Rp486 ribu per gram.

Berikut, daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan terkecil hingga terbesar hari ini.

Harga emas lima gram dijual Rp2,58 juta, 10 gram Rp5,11 juta, 25 gram Rp12,7 juta, 50 gram Rp25,35 juta, 100 gram Rp50,65 juta, 250 gram Rp126,5 juta, dan 500 gram Rp252,8 juta.

Sementara itu, harga emas batangan kemasan Natal dua dan lima gram masing-masing dihargai Rp1,075 juta dan Rp2,605 juta.

Untuk harga produk Batik all series, Antam menetapkan harga emas 10 gram senilai Rp5,56 juta dan harga emas 20 gram Rp10,72 juta. Untuk pembelian langsung di kantor Antam, seluruh ukuran emas tersedia. (bisnis.news.viva.co.id)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.