Pasar Saham Membaik Picu Harga Emas Tergelincir

Liputan6.com, London – Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Rabu (18/11/2015), menuju posisi terendah dalam enam tahun dipicu penguatan dolar dan kenaikan di pasar saham yang sempat mengalami kerugian akibat aksi teror di Paris Prancis pada pekan lalu.

Di pasar spot, harga emas turun 0,3 persen menjadi US$ 1.078,90 per ounce. Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun US$ 5,70 per ounce ke posisi US$ 1.077,90 per ounce.

Harga emas kembali tergelincir ke kembali ke posisi terendah pada pekan lalu sejak Februari 2010, di US$ 1.074,26 per ounce.

Harga emas berada di bawah tekanan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

“Jika inflasi mulai meningkat, Fed akan merasa pendekatan kenaikan suku bunga jauh lebih stabil bagi masa depan mereka. Di mana, kenaikan suku bunga masih menjadi pengaruh utama harga emas,” kata analis Ava Trade Naeem Aslam,¬†melansir lamanReuters.

Harga logam mulia sempat mencapai level tertinggi lebih dari seminggu pada Senin di posisi US$ 1.097,90 per ounce setelah aksi beli oleh pelaku pasar lantaran emas sebagai investasi safe haven usai serangan teror Paris.

Di sisi lain, perdagangan saham kembali meningkat tajam, setelah sehari sebelumnya mengalami penurunan, di mana investor bertaruh bahwa serangan terhadap Paris akan memberikan dampak yang sedikit lebih lama pada perekonomian.

Saham Eropa naik lebih dari 2 persen. Sebagai kejutan awal usai serangan Paris, investor sekali lagi memusatkan perhatian mereka pada prospek kebijakan moneter, dengan Amerika Serikat akan mengencangkannya sementara Zona Euro diperkirakan akan melonggarkan kebijakan.

Ini telah menyebabkan penguatan dalam dolar, yang mencapai posisi tertinggi dalam tujuh bulan terhadap Euro pada Selasa.

“Kami percaya bahwa emas akan menghadapi headwinds lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan sebagai perpanjangan pelonggaran kuantitatif Zona Euro yang diumumkan pada bulan Desember, sehingga mendorong dolar terhadap euro dan mata uang utama lainnya,” kata Mitsubishi dalam sebuah catatan. (bisnis.liputan6.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.