Pasar Saham Pulih, Harga Emas Tak Lagi Berkilau

VIVA.co.id – Harga emas acuan dunia ditutup anjlok pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya menguat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Dikutip dari laman CNBC, Jumat, 22 Januari 2016, penurunan harga emas disebabkan karena adanya petunjuk Bank Sentral Eropa yang akan memberi stimulus moneter lanjutan.

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, menjanjikan akan me-review kebijakan moneternya pada Maret.

Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen ke level US$1.099,7 per ons. Sementera itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah 0,7 persen ke level US$1.099,2 per ons.

“Setelah sebelumnya pada perdagangan Rabu harga emas melonjak karena aksi jual di pasar saham. Pada Kamis, harga emas melesu karena nili tukar dolar AS yang menguat dan pulihnya pasar saham,” kata Giovanni Staunovo, analis komoditas UBS Wealth Management.

Emas domestik 

Sementara, di pasar domestik, harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini stagnan atau tidak berubah, yakni Rp547 ribu per gram.  Untuk pembelian kembali (buyback), harga emas batangan sama, yakni Rp489 ribu per gram.

Berikut, daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan terkecil hingga terbesar hari ini.

Harga emas lima gram dijual Rp2,59 juta, 10 gram Rp5,13 juta, 25 gram Rp12,75 juta, 50 gram Rp25,45 juta, 100 gram Rp50,85 juta, 250 gram Rp127 juta, dan 500 gram Rp253,8 juta.

Sementara itu, harga emas batangan kemasan Natal dua dan lima gram masing-masing dihargai Rp1,079 juta dan Rp2,615 juta.

Untuk harga produk Batik all series, Antam menetapkan harga emas 10 gram senilai Rp5,58 juta dan harga emas 20 gram Rp10,76 juta. Untuk pembelian langsung di kantor Antam, seluruh ukuran emas tersedia. (bisnis.news.viva.co.id)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.