Pelemahan Dollar AS Kembali Naikkan Harga Emas Tertinggi 3 Bulan

Harga Emas memperpanjang kenaikan dalam penutupan perdagangan Jumat dinihari (05/02), mencapai tertinggi tiga bulan dengan dolar terus melemah di tengah meningkatnya keraguan bahwa AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini karena permasalahan ekonomi dan keuangan global.

Analis mengatakan komentar dovish dari Presiden Fed New York William Dudley pada Rabu dan data ekonomi AS yang lemah baru-baru ini telah meragukan kemungkinan kecepatan dari kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Harga emas spot naik lebih dari 1 persen pada $ 1,155.71 per troy ons, setelah menyentuh $ 1,156.60 pada awal sesi, tertinggi sejak 29 Oktober di atas kenaikan 1,2 persen Rabu.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman pengiriman April ditutup naik 1,4 persen pada $ 1,157.5 per ons.

Logam mulia emas dianggap sebagai safe haven selama masa gejolak ekonomi dan keuangan, emas telah meningkat 9 persen tahun ini karena volatilitas di pasar keuangan mendorong investor ke aset berisiko rendah.

Sedangkan harga perak spot turun 0,2 persen menjadi $ 14,85 per ons. Harga platinum spot juga turun 0,2 persen menjadi $ 906,00, sementara harga paladium naik 0,4 ke $ 513,50.

Pasar akan mencermati rilis data tenaga kerja AS malam ini. Data Non Farm Payrolls Januari dan Non Farm Payrolls Private Januari diindikasikan melemah dibandingkan hasil sebelumnya. Sedangkan data Unemployment Rate Januari diindikasikan stabil 5% seperti sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas kembali menguat jika data Non Farm Payroll yang lebih rendah terealisir, dan ini akan menekan dollar AS dan kembali menguatkan emas. Harga emas diperkirakan menembus level Resistance $1,158.00-$1,160.00, namun jika harga turun akan menembus level Support $1,154.00-$1,152.00. (vibiznews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.