Pembelian China Rendah, Harga Emas Anjlok

Jakarta – Hingga siang ini, harga emas melemah sebesar US$4,6 per troy ounce. Salah satunya dipicu oleh rendahnya pembelian logam mulia ini dari China. Seperti apa?

Berdasarkan data yang dilansir Cnbc.com, pada perdagangan Selasa (29/4/2014) hingga pukul 13.39 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$4,60 (0,35%) ke posisi US$1.294,4 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas kembali tertekan dan kini bergerak di kisaran US$1.294 per troy ounce. “Setelah AS dan Eropa memberi sanksi baru ke Russia, harga beranjak turun,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Penurunan harga emas, lanjut dia, juga ditopang oleh pembelian emas fisik yang rendah dari China. “Total impor emas China dari Hong Kong selama bulan Maret 2014 turun menjadi 105,855 ton dari sebelumnya 125,004 ton di Februari,” ujarnya.

Penurunan harga juga, menurut Ariston, bisa sebagai antisipasi pasar menghadapi beragam data penting di pekan ini seperti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan Kamis dinihari, data GDP dan Non-farm Payrolls AS.

Ariston menjelaskan, harga terlihat dalam pola tertekan hingga siang ini dan berpeluang menuju area support US$1.290 per troy ounce. “Penembusan ke bawah area ini membuka peluang pelemahan ke support selanjutnya di kisaran US$1.282-1.284 per troy ounce,” tuturnya.

Resisten harga emas berada di kisaran US$1.298-1.300 per troy ounce. “Penembusan ke atas area ini baru membuka peluang kenaikan ke area US$1.307 kembali,” ucapnya.

Market Movers hari ini adalah data CPI Jerman bulan April, GDP Inggris kuartal I 2014 dan data survei Tingkat Keyakinan Konsumen AS. (sumber: INILAHCOM)

(tr)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.